Pendamping Desa Jeneponto Raih Penghargaan Nasional, Angga Zulfikar Menangkan Lomba Tagline BUM Desa
Redaksi FidelisNews
27 Oktober 2026
08:13 WIB
179 views
Nasional
FidelisNews Jakarta — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Angga Zulfikar, meraih penghargaan nasional sebagai pemenang kategori Tagline dalam Lomba Logo dan Tagline Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia. Ia memenangkan kompetisi tersebut melalui gagasan “Dari, Oleh, Untuk Desa”, yang menegaskan pentingnya potensi lokal dan keterlibatan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Penghargaan diserahkan pada Senin, 26 Oktober 2026, di Operational Room, Gedung Utama Lantai 1, Kementerian Desa PDT RI, Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam kompetisi yang sama, kategori Logo dimenangkan oleh Wahyu Hananto Pribadi, S.Sn., TAPM Bidang Pengelolaan Data dan Informasi TPP P3MD, BPSDM.
Melalui pesan WhatsApp, Angga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi keluarga besar TPP P3MD Kabupaten Jeneponto dan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pembangunan desa.
“Berdiri di ruangan ini merupakan kebahagiaan dan kehormatan yang luar biasa. Saya membawa nama TPP P3MD Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan. Ini menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan dapat didengar dan dihargai di tingkat pusat,” ungkapnya.
Angga turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto, rekan-rekan TPP P3MD Kabupaten Jeneponto, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengelola BUM Desa, serta para penggiat desa. Menurutnya, diskusi, kolaborasi, dan pengalaman selama proses pendampingan menjadi bagian penting dalam membentuk gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tagline “Dari, Oleh, Untuk Desa” mengandung tiga prinsip utama dalam pengembangan BUM Desa. Kata “dari” menegaskan bahwa usaha desa perlu bertumpu pada potensi dan sumber daya lokal. Kata “oleh” mencerminkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan usaha. Sementara itu, kata “untuk” menegaskan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan harus kembali kepada masyarakat dan mendukung kesejahteraan desa.
Bagi Angga, BUM Desa perlu dikembangkan bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu mengoptimalkan potensi desa, menciptakan peluang usaha, dan memperkuat kemandirian masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengelolaan BUM Desa harus dilakukan secara partisipatif, profesional, dan berkelanjutan.
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pendampingan sekaligus memperkuat komitmen para pendamping desa dalam mendorong BUM Desa agar semakin mandiri, profesional, dan berdaya saing.
Prestasi Angga Zulfikar menunjukkan bahwa pengalaman dan gagasan dari daerah dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembangunan desa di tingkat nasional. Semangat “Dari, Oleh, Untuk Desa” diharapkan dapat memperkuat orientasi BUM Desa sebagai lembaga ekonomi yang berakar pada potensi lokal dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
Memperhati Lingkungan Muh. Yusri Raih Penghargaan
13 Agustus 2026
Menteri ESDM Batal Resmikan Listrik Pendesaan di P
09 Agustus 2026
Geger Rumah Dinas Kalapas Waingapu, di Temui Tingg
01 Agustus 2026
