Rabu, 29 Juli 2026
Hotline
RedaksiFidelisNews@gmail.com

Parade Gay Pride (LGBT), di Tabrak Bus Tewaskan Satu Orang Belasan Luka - Luka

Redaksi FidelisNews 28 Juli 2026 10:48 WIB 16 views Internasional
Parade Gay Pride (LGBT), di Tabrak Bus Tewaskan Satu Orang Belasan Luka - Luka
FidelisNews Jerman - Satu orang wanita tewas dan 29 orang lainnya luka-luka setelah sebuah minivan sewaan menabrak kerumunan massa dalam festival gay pride (Christopher Street Day/CSD) di Berlin, Jerman. Insiden berdarah ini dikonfirmasi oleh Kepolisian Berlin sebagai aksi terorisme bermotif ekstremisme Islam.

Sebuah minivan putih jenis Citroen SpaceTourer menerobos masuk ke area pejalan kaki di Taman Tiergarten, dekat Gerbang Brandenburg. Mobil melaju kencang dan menghantam kerumunan peserta parade.

Setelah mobil terhenti karena menabrak pohon, pelaku keluar dari kendaraan. Ia melarikan diri sambil menyerang para peserta parade menggunakan senjata tajam jenis parang/machete.

Panitia segera membatalkan sisa rangkaian acara festival. Polisi mengumumkan evakuasi dan meminta ratusan ribu peserta yang memadati lokasi untuk segera pulang demi keamanan.

Akibat hantaman mobil dan serangan senjata tajam, 1 wanita meninggal dunia. Dari 29 korban luka, 8 di antaranya mengalami cedera serius, dan beberapa masih dalam kondisi kritis yang mengancam jiwa. Sekitar 30 orang lainnya dirawat karena syok berat.

Pelaku diidentifikasi bernama Abdul Ballout (21 tahun), seorang warga negara Jerman keturunan Lebanon yang memiliki rekam jejak radikalisme Islam serta hubungan dengan jaringan ISIS.

Pelaku baru dibebaskan dari tahanan remaja dua bulan lalu. Pada Mei, ia divonis 1 tahun 10 bulan penjara atas kasus penyiapan tindakan kekerasan serius yang membahayakan negara, namun mendapatkan hukuman percobaan masa tahanan.

Setelah sempat buron dan memicu operasi perburuan besar-besaran yang melibatkan ribuan personel kepolisian di seluruh penjuru kota Berlin, pelarian pelaku berakhir. Abdul Ballout tewas ditembak mati oleh polisi di kompleks perkebunan wilayah Spandau, Berlin Barat, setelah ia mencoba menyerang petugas menggunakan pisau saat hendak ditangkap.

Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Wali Kota Berlin Kai Wegner mengecam keras peristiwa tersebut. Mereka menyebutnya sebagai serangan brutal yang keji terhadap nilai-nilai kebebasan, toleransi, dan keterbukaan masyarakat Jerman.
📤 Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter WhatsApp Telegram